Pouch oh pouch..

Aktifitas pagi yang biasa di sebuah rumah mungil yang hangat.

Sang Ayah terlihat sedang mencukur bulu-bulu halus di wajahnya, sepertinya baru selesai mandi pagi. Sang Ibu sedang menyiapkan sarapan, pagi ini nampaknya menunya adalah roti panggang dengan selai stroberi. Sang Anak sedang asik bermain dengan robot-robotannya, sambil bersuara layaknya sedang ada pertempuran robot yang hebat di sana.Selepas semua rutinitas pagi di rumah, Sang Ayah beranjak menuju mobilnya dan bergegas menuju jalan raya sebelum lalu lintas semakin padat. Tentunya kepergiannya dilepas dengan cium tangan mesra dari Sang Ibu dan pelukan erat dari Sang Jagoan kecilnya.

30 menit selepas perjalanan itu Sang Ayah baru saja menyadari, pouch (sarung hp utk di sabuk/pinggang) BlackBerry (BB) miliknya tertinggal. Satu benda yang kecil dan sederhana sebenarnya, tapi yang jadi masalah adalah, Sang Ayah hari itu memakai celana jeans (yang kantong celananya sempit untuk dimasukkan sebuah BB, dengan atasan sebuah kaos polo yang ngga ada kantongnya). “Waah, ga ada kantong… Bakal seharian dipegang terus deh nih BB..” keluh Ayah dalam hatinya.

Benarlah, seharian itu si BB jadi Ayah pegang terus menerus. Bukan karena keranjingan seperti abege jaman sekarang yang megang BB terus sambil suka ketawa ketiwi sendiri, tapi karena ngga ada tempat buat naro BBnya. “Bener² ngeselin nih” batin Ayah.

Sampai lewat jam makan siang, kemanapun Ayah beranjak di kantornya, si BB yang biasanya menclok di pouch sabuknya, jadi nyantai selonjoran di genggamannya. “Ribet amat ya ini mau kemana² perlu genggam ini BB..” keluh sang Ayah untuk sekian kalinya.

…. (Jeda iklan kaya di tipi, silakan yang mau ke toilet atau mau minum dulu boleh, sebelum Motty lanjut lagi ˆ⌣ˆ)

…..

Waktu di jam dinding kantor sudah menunjukkan jam 15.30. “Break dulu sambil sholat Ashar nih” batin ayah. Kemudian ia beranjak ke mushola gedung dengan sebelumnya mengganti sepatu hitamnya dengan sendal jepit yang ia siapkan di kolong meja.

Sesampainya di mushola Ayah menuju tempat wudhu. Segeralah ia berwudhu di sana. Ketika sedang berwudhu itu, tiba² ada cipratan air yang lumayan banyak dari sebelah kanannya! “Maaf pak! Maaf!” seketika itu pula terdengar permintaan maaf dari seorang bapak separuh baya yang sedang berwudhu di sebelah kanan ayah. Nampaknya keran air di sebelah kanan itu sedang rusak, sehingga ia mancur nya ke mana².

Bagaimana dengan Ayah? Ia aman-aman aja sih, tapi baju dan celana bagian atas kanannya lumayan basah karena cipratan airnya lumayan banyak.

Seketika itu pula dengan panik Ayah dengan reflek memeriksa sabuk kanannya. Ada apa di sana??? Biasanya.. Ya, biasanya di sana bertengger si BB Ayah. Seketika itu pula ia mengucap syukur berulang². Seandainya saja pouch BB nya tidak tertinggal, maka si BB pasti sekarang sedang basah-basahan mandi kembang sore menjelang malam..

*******

Sobat-Motty, terkadang kita berprasangka buruk kepada Tuhan.. Kata² kesal, sebel, bahkan sumpah serapah seringnya keluar dari mulut kita saat suatu hal yang kita rasa kurang baik terjadi sama kita. Dari hal sesimple ketinggalan pouch BB sampai ketinggalan dompet, ketinggalan bis sampai ketinggalan pesawat, ketinggalan istri sampai ketinggalan harga diri.. Kita merasa bahwa hal yang terjadi ini akan berakibat tidak meng-enak-an bagi kita.

Padahal? Semua yang terjadi itu sudah digariskan oleh Tuhan, dan Tuhan hanya memberikan yang TERBAIK bagi hambaNYA. Tinggal kembali kepada kita, kita mau melihat suatu keadaan NETRAL dengan kacamata NEGATIF atau kacamata POSITIF..

Semoga hari ini menyenangkan ya Sobat-Motty ˆ⌣ˆ

— Follow me on twitter: @MotivaTweet —

Iklan

12 responses to “Pouch oh pouch..

  1. Betulll Mot….harus selalu berfikir positif..gak ada yang kebetulan tp semua sudah direncanakan dengan indah oleh Tuhan,

    Makacih Motty…Luph u 😀

  2. Makasih ata ceritanya Mot, iya kita kadang gak sadar n selalu berpikiran negatif aja, klo ditimpa bencana selalu diartikan Tuhan gak sayang sama kita, padahal kan Tuhan Maha Pengasih dan Maha Penyayang ya Mot..

    Have a nive day y Motty ^.^

  3. Berpikir positif tuh susah minta ampun. ada aja hal2 negatif nyangkut dipikiran. Harus belajar lagi. Nice share moti. Trims 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s